Kota yang memerintah atas raja-raja di bumi

Bagaimana kota Roma dapat disebutkan sebagai “kota yang memerintah atas raja-raja di bumi” seperti di Wahyu 17:18? Jawabannya adalah “gereja Katolik Roma”. Dari kota Roma, Paus memerintah atas bangsa-bangsa di bumi. Bahkan seorang kepala negarapun harus tunduk kepada Paus. Paus disebutkan sebagai “Vicar of Christ”.

Paus adalah “representatif Kristus” di muka bumi ini. Ia adalah “Tuhan di muka bumi” ini bagi umatnya. Perkataan Paus setara derajatnya dengan Firman Tuhan.

Arti nama Vicar of Christ

Dari manakah asal kata “Vicar”? “Vicar” berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah “wakil”, atau “pengganti” atau “nemesis”. Dalam bahasa Yunani “pengganti” adalah “Anti”. Jadi secara tidak langsung titel “Vicar of Christ” arti sebenarnya adalah “Anti-Christ” dalam bahasa Yunani.

Wahyu 17:4.
“Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.”

Dijelaskan dalam Wahyu 17:4 bahwa warna kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara. Warna kain ungu dan kain kirmizi ini adalah simbol raja/ kaisar yang sering dipakai oleh kaisar-kaisar Romawi. Bahkan ketika Yesus diolok-olok oleh para prajurit Romawi sebagai “raja Yahudi”, Yesus dikenakan jubah yang terbuat dari kain berwarna ungu. Lihat di Matius 27:28 dan Yohanes 19:2,5.

Kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara.

Matius 27:28.
“Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.”

Yohanes 19:2.
“Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,”

Yohanes 19:5.
“Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah manusia itu!”

Warna ungu itu sekarang dipakai oleh Katolik Roma untuk menyatakan Paus sebagai pemimpin tertinggi.

Roma = Babel

Wahyu 17:5.
“Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”

Wahyu 17:6.
“Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.”

Jika kita memperhatikan Wahyu 17:6, dikatakan bahwa Katolik Roma mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Bagaimana hal ini dapat terjadi?

Tidak luput dari ingatan kita membayangkan “Inquisition”. “Inquisition” mencengkeram Eropa pada sekitar abad pertengahan. Dalam buku “History of Inquisition”, Canon Llorente yang adalah sekretaris dari program “Inquisition” di Madrid tahun 1790-1792 AD menjelaskan bahwa sekitar 3 juta jiwa telah disingkirkan dari masyarakat karena menentang Vatikan dan kurang lebih 300.000 orang telah dibakar hidup-hidup di atas tiang.

Tetapi mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus yang dimaksud dalam Wahyu 17:6 ini bukanlah merujuk ke inquisisi dimasa lalu, melainkan dimasa mendatang setelah 10 raja dinobatkan.

Rev 17:3  Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

Rev 17:12  Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.
 

Pemberian kuasa kepada Paus

Apa garis besar dari “Lateran Treaty”?
* Pemerintah Itali mengakui kembali kekuasaan gereja Katolik Roma. Dengan pengakuan ini, maka gereja Katolik Roma mendapatkan independensinya sebagai pemegang kekuasaan rohani tertinggi di dunia.
* Pemerintah Itali menerima posisi gereja Katolik Roma sebagai “official state religion”.
* Segala undang-undang yang dibuat oleh pemerintah Itali sejak tahun 1870 yang mengucilkan gereja Katolik Roma dihapuskan.
* Paus kini mempunyai wewenang kembali sebagai duta agama, kepala pemerintahan gereja Katolik Roma.

Sejak tahun 1929, Paus sebagai Vicar of Christ mendapatkan kembali segala macam priveleges-nya. Sejak tahun 1929 Paus kembali menjadi raja.

Wahyu 17:10.
“ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja.”

Dari Wahyu 17:10 kita mengetahui bahwa :

* Akan ada 7 raja.
* Yohanes dibawa dalam visi profetik yang melihat bahwa 5 raja sudah jatuh, dan Yohanes melihat raja yang ke 6 (Paus yang paling dicintai sepanjang akhir zaman ini.
* Dari Wahyu 17:10 kita akan mengetahui bahwa setelah raja ke 6 jatuh, akan datang raja ke 7, tetapi ia akan seketika saja.

Siapakah ke 7 raja itu? Berikut ini adalah daftar ke 7 raja itu :

1. Pius XI dari tahun 1922-1939. Ia yang memulai Lateran Treaty Day.
2. Pius XII dari tahun 1939-1958. Secara tidak langsung ia terlibat dengan Mussolini, Hitler dalam gerakan anti-semitisme.
3. John XIII dari tahun 1958-1963.
4. Paul VI dari tahun 1963-1978.
5. John Paul I tahun 1978.
6. John Paul II dari tahun 1978-2005.
7. Benedict XVI dari 9 April 2005-28 Februari 2013.

Alkitab telah menubuatkan bahwa raja ke 7 hanya akan seketika saja. Dan selanjutnya akan digantikan oleh raja ke 8 yang tidak lain adalah Binatang (Kerajaan/ Kuasa yang memikul ketujuh raja sebelumnya) ia sendiri yang maju menjadi raja Kedelapan.

Pertanyaan :

Ada tujuh kepala, artinya tujuh raja. mengapa faktanya menjadi delapan raja?
Benar, menjadi ada delapan raja, tetapi anda harus mengingat bahwa yang kedelapan bukan kepala, melainkan badan / body binatang itu sendiri yang maju menjadi raja. (segala kepenuhan kekuasaan, dapat terlihat dalam pemerintahan raja kedelapan ini kelak).

Wahyu 17:11.
“Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.”

Dari Wahyu 17:11, kita mengetahui bahwa :
* Gereja Katolik Roma sampai tahun 1798 AD ( yang pernah ada ) perilakunya seperti binatang, ketika ia menganiaya para saksi-saksi Kristus yang setia pada Firman. Kemudian sejak tahun 1798 AD ia memasuki masa padang gurun ( yang sekarang tidak ada ). Dan sejak tahun 1929 AD, Katolik Roma mendapatkan kembali masa-masa jayanya sampai pada puncaknya nanti pada saat raja ke 8, yaitu jelman binatang misterius itu maju dan tampil ke depan panggung pemerintahan.
* Yang akan menjadi raja ke 8 adalah binatang itu sendiri. Tetapi raja ke 8 itu tidak akan dianggap sebagai raja (berbeda dari ketujuh kepala itu), karena ia jelmaan dari binatang itu sendiri (manifestasi power dibelakang layar yang selama ini misterius).

Desakan kepada Paus Benediktus untuk mundur telah disampaikan sejak tahun 2010 lalu oleh beberapa negara di antaranya: Austria, Belgia, Republik Ceko, Perancis, Irlandia, Italia, Belanda, Polandia, Inggris, Argentina, Brazil, Mexico, Peru, Kanada, Amerika, Australia, New Zealand dan  Philipina karena berbagai alasan.

 

Sumber :

*http://www.worldslastchance.com/end-time-prophecy/revelation-17-prophecy-of-the-seven-kings-8th-king-identified.html

**http://www.vaticanstate.va/NR/rdonlyres/3F574885-EAD5-47E9-A547-C3717005E861/2528/LateranTreaty.pdf

***http://in.reuters.com/article/2011/09/25/idINIndia-59537720110925

****http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_popes